TSMlBSA8TfY7GpY6Tfd7TSz9Td==
Breaking
News

Suara Anak Maros Menggema Lewat Surat untuk Bupati, Soroti Pendidikan hingga Fasilitas Ramah Anak

Ukuran huruf
Print 0

Bupati Maros, Chaidir Syam menyerahkan hadiah kepada Muh Al Hafidz, siswa SMP Al Ishlah dan pemenang lainnya.

MAROSfm.com | MAROS  Puluhan anak di Kabupaten Maros menyampaikan kritik, harapan, dan gagasan untuk masa depan daerah melalui sepucuk surat yang ditujukan kepada Bupati Maros, Chaidir Syam. Mulai dari pemerataan pendidikan, ketepatan sasaran bantuan pendidikan, hingga penyediaan fasilitas publik yang ramah anak menjadi isu yang mereka angkat sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui Lomba Menulis Surat untuk Bupati yang diikuti peserta dari tiga kelompok usia. Para pemenang diumumkan usai apel di Lapangan Pallantikang, Senin (27/7/2026).

Pada kategori usia 9–12 tahun, juara pertama diraih Muh Al Hafidz, siswa SMP Al Ishlah. Dalam suratnya, Hafidz menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar hingga tuntas.

Ia mengaku membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk menyelesaikan surat yang ditulis tangan tersebut.

"Isinya sekitar lima sampai enam paragraf, saya tulis tangan dan langsung selesai dalam satu kali penulisan," ujarnya.

Bagi Hafidz, lomba ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi menulis sekaligus kesempatan pertama bertemu langsung dengan Bupati Maros. Atas prestasinya, ia memperoleh hadiah berupa satu unit sepeda.

Sementara itu, juara kategori usia 16–18 tahun diraih Mutmainnah, siswi kelas XI SMA Negeri 9 Maros. Dalam suratnya, ia mengangkat persoalan pemenuhan hak anak, fasilitas pendidikan, hingga penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai masih perlu dievaluasi.

"Saya menyarankan agar pemerintah memberikan fasilitas yang layak untuk pelajar dan memenuhi hak-hak anak," katanya.

Mutmainnah juga menyoroti masih adanya anak yang mengalami trauma akibat perundungan di sekolah sehingga membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Selain itu, ia menilai penyaluran bantuan pendidikan belum sepenuhnya tepat sasaran.

"Kebanyakan yang menerima justru keluarga yang berkecukupan, sementara yang benar-benar miskin ada yang tidak mendapat. Menurut saya itu tidak adil," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Mutmainnah mengaku mengetahui informasi lomba melalui media sosial Pemerintah Kabupaten Maros dan Forum Anak Butta Salewangang Maros. Ia menulis surat sepanjang dua halaman menggunakan kertas folio.

"Alhamdulillah senang sekali. Semoga ini juga membuat orang tua saya ikut bangga," katanya.

Pada kategori lainnya, Andi Aisyah Nurul Aqilah berhasil meraih juara setelah mengangkat isu minimnya fasilitas publik yang ramah anak di Kabupaten Maros.

Dalam suratnya, Aisyah meminta pemerintah memperbanyak sekaligus memperbaiki taman bermain dan ruang publik yang aman serta nyaman bagi anak-anak.

"Banyak juga yang sudah rusak dan kurang diperhatikan," ujarnya.

Ia menyelesaikan surat tersebut dalam waktu sekitar dua jam setelah memperoleh informasi lomba melalui akun Instagram Forum Anak Butta Salewangang Maros.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan seluruh masukan dari peserta tidak akan berhenti sebagai dokumen lomba semata, melainkan akan ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai bidang masing-masing.

"Saya sudah sampaikan kepada OPD agar masukan dari anak-anak ini segera ditindaklanjuti. Ini adalah saran dari anak-anak kita," katanya.

Chaidir menilai surat-surat tersebut menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak kepada anak sekaligus memperkuat komitmen Maros sebagai daerah yang ramah anak.

"Kalau kita bergerak untuk memenuhi hak-hak anak, berarti kita sedang menjamin masa depan daerah yang kita cintai," ujarnya.

Salah satu usulan yang akan segera ditindaklanjuti adalah peningkatan keselamatan pelajar di jalan poros. Menurut Chaidir, Dinas Perhubungan dapat berkolaborasi dengan Forum Anak untuk menghadirkan penyeberangan yang lebih aman di sekitar sekolah-sekolah yang berada di jalur utama.

Melalui lomba tersebut, Pemerintah Kabupaten Maros tidak hanya memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadikan suara mereka sebagai bagian dari proses pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan generasi muda.

 Suara Anak Maros Menggema Lewat Surat untuk Bupati, Soroti Pendidikan hingga Fasilitas Ramah Anak
Baca Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin