![]() |
| Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Uya Kuya dan Ashabul Kahfi berfoto bersama Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam |
Upaya itu dilakukan langsung dengan membawa Arnold, adik almarhum Valen, menemui Anggota DPR RI untuk meminta kejelasan mengenai perkembangan proses pemulangan jenazah. Pertemuan tersebut berlangsung di DPR RI, Kamis (20/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Uya Kuya dan Ashabul Kahfi, merespons persoalan tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
Koordinasi tersebut menghasilkan kepastian penting bagi keluarga. Kemenlu RI memastikan seluruh proses dan biaya pemulangan jenazah Valen dari Armenia hingga tiba di Kabupaten Maros akan ditanggung pemerintah.
Kepastian itu menjadi angin segar bagi keluarga yang selama ini menanti kepulangan almarhum.
Arnold menyampaikan rasa syukurnya atas kepastian yang diberikan pemerintah. Ia menyerahkan proses selanjutnya kepada Kemenlu RI sembari menunggu kepastian mengenai jadwal kepulangan jenazah ke Indonesia.
Namun, proses pemulangan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu penyelesaian penyidikan oleh kepolisian setempat di Armenia. Almarhum Valen diketahui meninggal dalam kasus pembunuhan sehingga proses hukum di negara tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum jenazah dapat dipulangkan.
Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, menegaskan pemerintah daerah tidak akan berhenti mengawal persoalan tersebut hingga jenazah benar-benar tiba di Maros.
“Kami akan terus mengawal proses ini sampai jenazah bisa tiba di Maros. Yang terpenting saat ini sudah ada kepastian dari Kementerian Luar Negeri bahwa seluruh proses dan biaya pemulangan akan ditanggung,” tegas Chaidir Syam.
Menurutnya, kepastian dukungan dari pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi musibah.
Pemkab Maros, kata Chaidir, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan setiap tahapan pemulangan berjalan hingga tuntas.
Upaya tersebut sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah dalam mendampingi warganya yang menghadapi persoalan di luar negeri. Bagi keluarga Valen, kepastian pembiayaan dan pengawalan pemerintah menjadi harapan baru agar jenazah almarhum dapat segera kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten Maros.(ady)
