TSMlBSA8TfY7GpY6Tfd7TSz9Td==
Breaking
News

KONI Maros Bidik Lompatan Prestasi, Target 44 Emas di Porprov 2026

Ukuran huruf
Print 0

Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab saat melantik Pengurus KONI Kabupaten Maros ( Foto : matamaros.com )

RADIOMAROSfm.com | MAROS — Ambisi Kabupaten Maros untuk menembus papan atas olahraga Sulawesi Selatan semakin menguat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros menargetkan sedikitnya 44 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, sekaligus membidik posisi tiga besar klasemen akhir.


Target tersebut menjadi bagian dari strategi kepengurusan baru KONI Maros di bawah kepemimpinan Chaerul Syahab, yang resmi dilantik bersama jajaran pengurus di Grand Hall Waterboom Maros, Rabu, 22 Juli 2026.


Optimisme Maros bukan tanpa alasan. Selain jumlah cabang olahraga yang dibina terus bertambah, basis atlet juga mengalami peningkatan signifikan. Saat ini KONI Maros membina lebih dari 350 atlet, meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 200 atlet.


Jumlah cabang olahraga pun bertambah dari 24 menjadi 37 cabor. Sejumlah cabang olahraga baru yang kini masuk dalam pembinaan antara lain pickleball, arung jeram, esport, berkuda, hapkido, lari trail, serta sejumlah cabang lainnya.


Seperti dikutip matamaros.com, Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, mengatakan peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target prestasi pada Porprov 2026.


“Kami menargetkan Maros bisa masuk tiga besar pada Porprov 2026,” kata Chaerul.


Untuk merealisasikan target itu, KONI Maros menyiapkan tiga agenda utama yang diarahkan pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.


Pembenahan administrasi menjadi program pertama. Seluruh cabang olahraga akan didorong memiliki tata kelola organisasi yang lebih tertib melalui penguatan pemahaman administrasi bagi para pengurus.


Program kedua menyasar peningkatan kualitas pelatih dan wasit. KONI Maros akan mendorong pelatih serta perangkat pertandingan mengikuti berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi.


Menurut Chaerul, kualitas atlet tidak dapat dipisahkan dari kualitas orang-orang yang berada di belakang proses pembinaan.


“Prestasi atlet hanya bisa diraih jika didukung pelatih yang berkualitas,” ujarnya.


Sementara itu, program ketiga difokuskan pada pembinaan prestasi atlet melalui training center (TC) mandiri. Atlet yang dipersiapkan menghadapi Porprov juga akan menjalani try out dan try in untuk memperbanyak pengalaman sekaligus meningkatkan kesiapan mental bertanding.


Dari hasil Pra Porprov, KONI Maros memproyeksikan mampu mengamankan 44 medali emas pada ajang Porprov 2026.


Chaerul menyebut, bahkan apabila terjadi penurunan capaian hingga 10 medali emas, Maros masih berpeluang mengoleksi sekitar 34 emas yang dinilainya cukup untuk bersaing memperebutkan posisi kedua.


Optimisme tersebut mendapat respons positif dari Ketua KONI Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin. Ia menilai target tiga besar yang dipasang Maros cukup realistis dengan melihat perkembangan pembinaan olahraga di daerah tersebut.


“Persiapan Maros cukup baik. Target tiga besar sangat realistis, bahkan kalau melihat kesiapan yang ada sekarang, peluang untuk meraih posisi yang lebih tinggi juga terbuka,” katanya.


Darmawangsyah bahkan melihat Maros memiliki potensi menjadi salah satu kekuatan olahraga utama di Sulawesi Selatan apabila pembinaan atlet dilakukan secara konsisten.


“Saya melihat Maros berpotensi menjadi kekuatan terbesar kedua di Sulawesi Selatan apabila pembinaan atlet terus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.


Pelantikan pengurus KONI Maros sekaligus menjadi bagian dari agenda monitoring kesiapan daerah menghadapi Porprov 2026. Maros tercatat sebagai kabupaten ketiga yang dikunjungi KONI Sulsel dalam rangkaian pelantikan pengurus dan pemantauan persiapan daerah.


Dari sisi dukungan pembiayaan, dana hibah untuk KONI Maros tahun ini mencapai Rp3,05 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar Rp300 juta dibandingkan dukungan pada pelaksanaan Porprov 2022 yang berada di angka Rp2,75 miliar.


Dengan dukungan tersebut, KONI Maros kini menghadapi tantangan untuk mengubah peningkatan jumlah cabor dan atlet menjadi prestasi konkret di arena pertandingan.


Di sisi lain, Darmawangsyah memastikan persiapan Porprov terus dimatangkan, termasuk aspek penganggaran yang diserahkan kepada pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.


Ia juga menepis informasi mengenai penghapusan cabang olahraga putri dalam Porprov. Menurutnya, seluruh cabang olahraga yang telah terdaftar di KONI Pusat tetap memiliki kesempatan untuk dipertandingkan.


“Selama cabang olahraga tersebut terdaftar di KONI Pusat, maka tetap dipertandingkan. Jadi informasi mengenai penghapusan cabang olahraga putri itu tidak benar,” tegasnya.


Seiring bertambahnya cakupan pembinaan, struktur organisasi KONI Maros juga ikut berkembang. Saat ini terdapat 71 orang pengurus yang menangani pembinaan 37 cabang olahraga.


Dengan fondasi organisasi yang semakin besar, jumlah atlet yang terus bertambah, serta target 44 medali emas, Porprov 2026 akan menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana Maros mampu naik kelas dalam peta olahraga Sulawesi Selatan.(Ady)

 KONI Maros Bidik Lompatan Prestasi, Target 44 Emas di Porprov 2026
Baca Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin